Minggu, 13 Juni 2010

BAG VII. Confirmatory Factor Analysis (CFA)

Model pengukuran yang telah dibahas sebelumnya menunjukkan sebuah variabel laten diukur oleh satu atau lebih variabel-variabel teramati. Bentuk model pengukuran seperti ini sering disebut sebagai CFA (Confirmatory Factor Analysis). CFA didasarkan atas alasan bahwa variabel-variabel teramati adalah indikator-indikator tidak sempurna dari variabel laten atau konstruk tertentu yang mendasarinya.
Analisis faktor atau CFA ini sedikit berbeda dengan analisis faktor yang digunakan pada statistik/multivariat (yang dikenal dengan Exploratory Factor Analysis atau EFA). Pada EFA model rinci yang menunjukkan hubungan antara variabel laten dengan variabel teramati tidak dispesifikasikan terlebih dahulu. Selain itu pada CFA jumlah variabel laten tidak ditentukan sebelum analisis dilakukan, dan semua variabel laten diasumsikan mempengaruhi semua variabel teramati. Sebaliknya pada CFA model dibentuk terlebih dahulu, jumlah variabel laten ditentukan oleh analis, dan pengaruh suatu variabel laten terhadap variabel teramati ditentukan terlebih dahulu.

Bentuk-bentuk measurement model adalah sebagai berikut :
• Measurement model untuk variabel independen
Peneliti dapat membuat confirmatory factor analysis terhadap variabel-variabel yang direncanakan akan diperlukan sebagai indikator dari variabel laten independen. Variabel observasi ini yang disebut variabel indikator atau dimensi harus dibangun berdasarkanpijakan teoritis yang cukup, serta justifikasi teoritis bahwa ia dapat dipertimbangkan sebagai indikator variabel laten independen.
• Measurement model untuk variabel laten dependen
Seperti variabel laten independen, confirmatory factor analysis hanya dapat dilakukan berdasarkan justifikasi teori yang cukup. Justifikasi dibutuhkan juga untuk memberikan perlakuan atas sebuah variabel sebagai variabel dependen dalam sebuah hubungan kausalitas yang akan dianalisis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar